Mempersiapkan Generasi Mandiri

Oleh: Dr. Mokhamad Samsu, M.Pd.I

Kepala SMAN 1 Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro

 

“Dan orang-orang yang berkata: “YaTuhan kami,anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqan:74)

Agama Islam adalah agama yang sempurna karena memiliki tuntunan yang dengan sangat rinci mengatur segala sisi kehidupan manusia dan senantiasa menganjurkan umatnya untuk menjalin hubungan baik dengan sesama maupun dengan alam sekitarnya. Sesuai kodratnya sebagai makhluk sosial, sepanjang hidupnya seorang manusia tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan kehadiran orang lain, misalnya keluarga.

Keluarga dalam Islam merupakan rumah tangga yang dibangun dari suatu pernikahan antara seorang pria dan wanita yang dilaksanakan sesuai syariat agama Islam dan harus memenuhi syarat serta rukun nikah. Pernikahan merupakan tahapan awal dalam membangun rumah tangga Islam menuju keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah.  Hal ini disebutkan dalam firman Allah SWT berikut ini :

 “Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya, ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Qs.Ar-Ruum : 21)

Salah satu tujuan pernikahan adalah untuk memperoleh keturunan, yang kelak akan menjadi generasi baru yang diharapkan menjadi lebih baik dari generasi sebelumnya. Oleh sebab itu, sebuah pernikahan harus dipersiapkan secara matang karena secara tidak langsung pernikahan merupakan tahap awal pembentukan sebuah generasi baru.

Sebuah keluarga, yang umumnya terdiri atas ayah, ibu dan anak,  adalah lembaga terkecil dalam masyarakat di mana seseorang tumbuh dan mendapatkan pendidikan yang pertama dan utama dari orang tuanya agar kelak bisa menjalankan kehidupannya sendiri,  baik kehidupan sebagai pribadi maupun kehidupan bermasyarakat. Pendidikan yang didapatkan dalam keluarga kelak akan sangat berpengaruh terhadap kualitas pribadi dan kemampuan seseorang dalam menjalani hidupnya.

Ayah adalah pemimpin dalam keluarga, yang berkewajiban membimbing seluruh anggota keluarganya untuk meraih ridho Allah SWT.  Peran ibu tidak kalah pentingnya.  Ibaratnya, ibu adalah madrasah pertama bagi seorang anak yang lahir dalam sebuah keluarga. Sebaliknya, anak adalah amanah yang diberikan Allah kepada hambaNya. Oleh sebab itu, sudah selayaknya ayah dan ibu (orang tua) memperlakukan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya karena kelak dia pasti dimintai pertanggungjawaban atas amanah tersebut.

Seorang pakar parenting, Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari1, menyatakan tugas setiap orang tua pada dasarnya adalah menyiapkan anaknya agar bisa mandiri sehingga suatu saat mereka siap jika harus berpisah dari orang tuanya (misalnya saat sekolah, melanjutkan pendidikan ke luar kota, menikah atau saat orang tua meninggal).  Orang tua wajib menyadari bahwa masa itu pasti akan tiba dan tidak mungkin dihindari atau dielakkan.  Oleh sebab itu mempersiapkan kemandirian seorang anak juga merupakan suatu hal yang harus dipersiapkan secara matang.

Kemandirian seorang anak tidak datang dengan sendirinya. Butuh bimbingan dan komitmen kuat dari orang tua agar bisa menyiapkan generasi mandiri. Generasi madiri yang dimaksud di sini adalah generasi yang tangguh dalam menjalani kehidupan dengan atau tanpa kehadiran orang tua,  generasi yang tidak hanya mampu bertahan hidup tapi juga mampu membuat keputusan-keputusan yang penting bagi hidupnya, generasi yang mampu beradaptasi terhadap perubahan dan berinteraksi secara sehat dengan lingkungan sekitarnya juga generasi yang senantiasa berusaha mengkondisikan dirinya untuk melaksakanan semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua laranganNya.

Pada kenyataannya, tidak sedikit orang tua yang terjebak pada rasa cinta yang membabi buta pada anaknya sehingga tanpa sadar telah menunjukka rasa cintanya dengan cara yang salah.  Atas nama cinta, banyak terjadi kasus orang tua yang mengabaikan tahap perkembangan yang seharusnya dilalui seorang anak untuk mencapai tahap kedewasaan (maturity).  Mulai dari belajar melakukan hal paling remeh hingga rumit, misalnya makan, berpakaian, menyiapkan keperluan pribadi, bersosialisasi dalam lingkungan, dan bahkan membuat keputusan penting bagi kebaikan dirinya.  Semua itu membutuhkan proses panjang hingga bisa mencapai tahapan yang diharapkan. Tanpa pemberian kesempatan, maka bisa dikatakan bahwa orang tua telah merampas kesempatan seorang anak untuk tumbuh dewasa dan mandiri.  Bukan cinta dan sayang namanya jika perwujudannya justru membunuh dan menghancurkan anak secara perlahan.

Adapun peran keluarga dalam menyiapkan generasi mandiri antara lain:

  1. Menanamkan nilai-nilai akhlak dan budi pekerti luhur

Nilai-nilai akhlak dan budi pekerti yang luhur akan menjadi pondasi kuat bagi seorang anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang kuat, bertanggung jawab serta mandiri.

  1. Memberikan teladan dan kesempatan kepada anak untuk menjalani tahap perkembangannya secara alami,

Orang tua harus berbesar hati memberikan teladan dan kesempatan kepada anak untuk menjalani tahap perkembangannya secara alami, tanpa harus ditahan atau sebaliknya dipaksa lebih cepat dari yang seharusnya. Teladan dan kesempatan tersebut merupakan bekal yang sangat penting bagi seorang anak untuk menjalani hidupnya sendiri kelak.  Perlu diingat bahwa bekal yang yang dibutuhkan seorang anak pada dasarnya bukan hanya keterampilan untuk menghasilkan materi saja, tetapi juga keterampilan untuk beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan.

Bisa dimulai dalam keseharian misalnya anak diberi kesempatan makan bersama orang tuanya, agar bisa meneladani bagaimana seharusnya makan yang diawali dengan berdoa, tanpa bicara selama makan, dengan rapi tanpa berceceran, makan dengan penuh rasa bersyukur,dll.

  1. Memberikan pendampingan dan rasa nyaman

Anak harus dipahamkan bahwa semua tahapan yang harus dilalui dalam rangka meraih kemandirian adalah semata-mata demi kebaikan anak sendiri. Kemandirian adalah tanda telah diraihnya kedewasaan diri.

  1. Memberikan tanggung jawab pada anak untuk melakukan suatu kewajiban keseharian, beserta konsekuensi jika tanggung jawab tersebut tidak dilaksanakan.

Misalnya, setelah selesai belajar maka anak harus membereskan peralatan sekolahnya. Jika ternyata hal tersebut tidak dilakukan maka orang tua tidak perlu buru-buru turun tangan jika misalnya ada peralatan sekolah yang tertinggal di rumah pada saat jam sekolah. Tergopoh gopoh mengantarkan peralatan sekolah yang tertinggal bisa jadi suatu perwujudan cinta, tapi sayangnya hal tersebut akan membuat anak gagal memahami sebuah kesalahan. Biarkan saja anak belajar menerima konsekuensi dari keteledorannya dan kemudian mengambil pelajaran dari kesalahan tersebut.

Semoga ikhtiar yang bisa kita lakukan mendapatkan ridho dari Allah SWT dan semoga keturunan kita kelak akan menjadi penyenang hati orang tuanya.  Aamiin.


43 Responses to Mempersiapkan Generasi Mandiri

  1. Jihan Syafiqa /32 /XI AKL 2 /SMKN MOJOAGUNG

  2. Avatar Fita Ayu Fernanda
    Fita Ayu Fernanda says:

    FITA AYU FERNANDA (20)
    XI AKL 2
    SMKN MOJOAGUNG

  3. Avatar EKA NOVITASARI
    EKA NOVITASARI says:

    EKA NOVITASARI (03)
    XI AKL 2
    SMKN MOJOAGUNG

  4. JOHAN HARIYANTO (33)
    XI AKL 2
    SMKN Mojoagung

  5. Avatar Aisyah Arqi Ismanto
    Aisyah Arqi Ismanto says:

    AISYAH ARQI ISMANTO
    02
    XI IPA 2

    SMAN 1 KENDAL, NGAWI

  6. ELVIA WAHYU HIDAYAH
    XI AKL 2
    SMKN MOJOAGUNG

  7. Assalamu’alaikum

    Mohon maaf kepada Bpk./Ibu pengurus maupun pengembang aplikasi JURNAL RAMADHAN.

    Anggap saja saya siswa SMA.

    Begini Pak/Bu, saya hanya ingin menyampaikan keluhan dan saran.

    Keluhan :
    1. Sistem pendataan menggunakan aplikasi JURNAL RAMADHAN menurut saya kurang efektif, karena aplikasi tersebut masih belum dapat dioptimalkan untuk semua jenis perangkat smartphone, hanya sebagian saja yang bisa menggunakan aplikasi ini dengan lancar.

    Kebanyakan, kendala pada saat menggunakan aplikasi tersebut yaitu lemot, tidak merespon, force close(keluar sendiri) dan input data JURNAL terhapus. Jadi ketika ingin membuka dan mengisi JURNAL di kemudian hari, data nya harus diisi ulang mulai hari pertama.

    2. Penggunaan media YOUTUBE sebagai perantara materi.
    Menurut saya hal ini masih kurang bisa dioptimalkan, mengingat tidak semua siswa memiliki cukup kuota internet untuk membuka dan menonton video tersebut, tapi masih cukup bagus menurut saya, mengingat tidak semua materi bisa disampaikan melalui tulisan(artikel).

    SARAN:
    1. Gunakan website untuk melakukan proses input data jurnal, seperti pada aplikasi JURNAL RAMADHAN. Jadi tidak perlu mendownload dan menggunakan aplikasi, alasannya sudah saya sebutkan di atas.
    Cukup gunakan form input HTML biasa, data bisa tersimpan ke server Posting dan dapat diteruskan ke Google Document.

    #Google Document merupakan tujuan akhir tempat mengumpulkan hasil data yang diinput di aplikasi JURNAL.

    Jadi, siswa hanya perlu mengunjungi situs web ini untuk melakukan pengisian data jurnal harian.

    Saya rasa cukup sekian, mohon respon dan pertimbangan selanjutnya.

    Wassalamu’alaikum

  8. Avatar Fatma Ayu NingTiyas
    Fatma Ayu NingTiyas says:

    FATMA AYU NINGTIYAS
    XI AKL-2
    SMKN MOJOAGUNG

  9. Avatar Hidayat
    Hidayat says:

    Hidayat nur Wakhid 27
    XI AKL-2
    SMKN MOJOAGUNG

  10. Avatar Yatima Nur Raihana
    Yatima Nur Raihana says:

    Nama : Yatima Nur Raihana
    Kelas: XI MIPA 1
    Absen: 35
    Sekolah: SMAN 1 KALIANGET

    Materi ini dapat memberikan tanggung jawab pada anak untuk melakukan suatu kewajiban.

  11. Avatar Krista Elvania Adindaningrum
    Krista Elvania Adindaningrum says:

    Krista Elvania Adindaningrum (35)
    XI-AKL2
    SMKN MOJOAGUNG

  12. Avatar TRIWANTO
    TRIWANTO says:

    Alhamdulilah materinya bagus mudah di pahami.moga siapa yg yg membaca akan mengamalkan dan megajarkan nya agar lebih bermanfaat

    Aamiiinn

    Nama : Triwanto
    Kls. : X MIPA I
    sekolah: SMAN 1 KENDAL.NGAWI

  13. Avatar Bayu Prastiyo
    Bayu Prastiyo says:

    Alhamdulillah Materi mudah untuk dipahami dan juga saya juga mendapat pengajaran baru. terimakasih

    Nama : Bayu Prastiyo (13)
    Kelas : XI – GP 1
    Sekolah : SMKN 4 BOJONEGORO

  14. Avatar Nama:Aisynaini yunita ila N
    Nama:Aisynaini yunita ila N says:

    Alhamdullillah materi sangat bagus mudah dipahami dan saya mendapatkan pengajaran baru.Dan siapa yang mengajarkannya semoga bermanfaat.
    Amiin.
    Terimakasih.

    • Avatar Rohmiatun
      Rohmiatun says:

      Nama. : ROHMIATUN.
      No/kelas. :30/XIPS1
      Asalsekolah :SMAN1KENDAL
      Materi sangat bagus dan juga mudah di pahami

  15. Nama : Farhanah Dita R
    Kelas : XI IPS 2
    No : 09

    Alhamdullilah, terima kasih atas materi yang disampaikan. Materi tersebut menjelaskan bagaimana untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang mandiri. Dimana kita harus mengetahui bahwa sebagai generasi penerus kita harus mandiri dalam menghadapi berbagai persoalan, selalu berusaha menjalankan kewajiban, bertanggung jawab, dan senantiasa menerapkan nilai-nilai budi luhur serta akhlak yang mulia agar dapat berguna untuk sekitar. Karena dunia ini tidak membutuhkan banyak orang sukses melainkan dunia ini butuh banyak orang baik (peduli dengan sesama).

  16. Avatar M.Terians
    M.Terians says:

    Alhamdulillah setelah membaca bisa mempersiapkan hidup lebih mandiri

    Nama : Muhammad Terians Al Fata (15)
    Sekolah : SMK Negeri 4 BOJONEGORO
    Kelas : XI-GP2

  17. Avatar Nindya Firgyane Lestari
    Nindya Firgyane Lestari says:

    Alhamdulillah , materi nya sangat bermanfaat semoga bisa mempersiapkan hidup lebih mandiri.

    Nama : Nindya Firgyane Lestari
    Kelas : XI – GP 2
    Sekolah : SMKN 4 BOJONEGORO

  18. Avatar Riski Dwi Pratama
    Riski Dwi Pratama says:

    Alhamdulillah materinya sangat bermanfaat

    Nama : Riski Dwi Pratama
    Kelas. : XI-GP 2
    Sekolah : SMKN 4 BOJONEGORO

  19. Avatar Anas Fadilah Ramadhon
    Anas Fadilah Ramadhon says:

    Alhamdulillah, terima kasih atas materinya, sangat bermanfaat sekali dan mudah dipahami materinya.

    Nama : Anas Fadilah Ramadhon
    Kelas : XI-RPL 1
    Sekolah : SMKN 4 BOJONEGORO

  20. Avatar Evi endriani
    Evi endriani says:

    Alhamdullilah trimakasih bapak/ibu yang sudah memberi materinya,, ini sangat bermanfaat dan sangat bisa dijadikan panduan.

  21. Avatar Ratna Indriani
    Ratna Indriani says:

    Alhamdulillah semoga bermanfaat untuk kita semua baik dimasa sekarang maupun masa depan. Aamiin

    Nama : Ratna Indriani
    Kelas : XI Rekayasa Perangkat Lunak 3
    Sekolah : SMK Negeri 4 Bojonegoro

  22. Avatar Aisah Raehandayani
    Aisah Raehandayani says:

    Alhamdulillah materi yang diberikan sangat bagus dan jelas serta dapat menambah wawasan kita. Semoga materi ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

    Nama : Aisah Raehandayani
    No. : 03
    Kelas : X IPA 3
    Sekolah : SMAN 1 Mejayan

  23. Avatar IRMA NUR SETYANI
    IRMA NUR SETYANI says:

    Nama : Irma Nur Setyani
    Kelas : XI RPL 2
    Absen : 14
    Sekolah : SMKN 4 BOJONEGORO

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Alhamdulillah setelah membaca materi diatas dapat saya ambil kesimpulan sebagai berikut.

    Keluarga merupakan lembaga terkecil dalam masyarakat dimana seseorang tumbuh dan mendapatkan pendidikan yang pertama dan utama. Tugas setiap orang tua pada dasarnya adalah menyiapkan anaknya agar bisa mandiri sehingga suatu saat mereka siap jika harus berpisah dari orangtuanya. Kemandirian seorang anak tidak datang dengan sendirinya, butuh bimbingan dan komitmen kuat dari orang tua agar bisa menyiapkan generasi mandiri.

    Generasi mandiri yang dimaksud disini adalah generasi yang tangguh dalam kehidupan dengan atau tanpa orang tua, generasi yang mampu membuat keputusan-keputusan yang penting bagi hidupnya, dan generasi yang mampu beradaptasi terhadap perubahan dan berinteraksi secara sehat dengan lingkungan sekitar.

    Adapun peran keluarga dalam menyiapkan generasi mandiri antara lain :
    1. Menanamkan nilai-nilai akhlak dan budi pekerti luhur
    2. Memberikan teladan dan kesempatan kepada anak untuk menjalani tahap perkembanganya secara alami
    3. Memberikan pendampingan dan rasa nyaman
    4. Memberikan tanggung jawab pada anak untuk melakukan kewajiban keseharian beserta konsekuensi jika tanggung jawab tersebut tidak dilaksanakan.

    Semoga materi ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua yang membacanya, khusunya bagi kita para pelajar untuk jangan selalu bergantung pada orangtua karena kita harus mempersiapkan bekal untuk diri kita sendiri dimasa depan. Orang tua hanya membimbing tetapi kita sendiri lah yang menentukan bagaimana nasib kita selanjutnya.
    Terimakasih.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

  24. Avatar WahyuPutriTunggalDewi
    WahyuPutriTunggalDewi says:

    Alhamdulillah setelah membaca materi diatas sangat menambah wawasan saya dan semoga bermanfaat .Aamiin
    Nama : Wahyu Putri Tunggal Dewi
    Kelas : XI RPL3
    Absen : 032
    Sekolah : SMKN 4 Bojonegoro

  25. Avatar WahyuPutri
    WahyuPutri says:

    Alhamdulillah setelah membaca materi diatas sangat menambah wawasan saya dan semoga bermanfaat .Aamiin
    Nama : Wahyu Putri Tunggal Dewi
    Kelas : XI RPL3
    Absen : 032
    Sekolah : SMKN 4 Bojonegoro

  26. Avatar Firdaus Siamtafa
    Firdaus Siamtafa says:

    Alhamdulillah materinya mudah dipahami semoga bermanfaat untuk semuanya Aamiin.

    Nama: Firdaus Siamtafa
    Kelas:XI RPL 2
    No Absen:5
    Sekolah: SMKN 4 Bojonegoro

  27. Avatar M Alfani Nasirulloh
    M Alfani Nasirulloh says:

    Alhamdulillah, terimakasih atas materi yang disampaikan, sangat mudah dipahami dan semoga bermanfaat untuk kita semua Amiinn.
    Nama : M Alfani Nasirulloh
    Kelas : XI RPL 2
    Absen : 21
    Sekolah : SMKN 4 Bojonegoro

  28. Assalamualaikum
    Teimakasih atas materi yang disampaikan, sangat mudah dipahami dan semakin menambah wawasan. Serta membuat saya lebih mandiri lagi. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin

    Nama : Sinta Ayu Rahmawati
    Kelas : XI-RPL3
    No. Absen : 17
    Sekolah : SMK N 4 BOJONEGORO

  29. Avatar Nur ilham
    Nur ilham says:

    Alhamdulillah setelah membaca materi diatas sangat menambah wawasan saya dan semoga bermanfaat .Aamiin
    Nama : Nur ilham syah
    Kelas : XI Rpl 2
    No : 32
    Sekolah : SMK N 4 BOJONEGORO

  30. Avatar Muhammad Annas Amin Nuddin
    Muhammad Annas Amin Nuddin says:

    Alhamdulillah,materinya mudah di pahami semoga bermanfaat untuk semuanya Amiiin
    Nama : Muhammad Annas Amin Nuddin
    Kelas : XI RPL 2
    Absen : 27
    Sekolah: SMK N 4 Bojonegoro

  31. Avatar Edwin nizar
    Edwin nizar says:

    Edwin Nizar
    XI AKL 2
    SMKN Mojoagung

  32. Avatar M. Zakaria. Firdaus
    M. Zakaria. Firdaus says:

    Alhamdulillah, materinya sangat bermanfaat untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, materi ini mengajarkan saya untuk bisa
    hidup mandiri dan tidak bergantung kepada orang tua.

    Nama : M. Zakaria. Firdaus
    Kelas : XI RPL 2
    Absen : 26
    Sekolah : SMKN 4 BOJONEGORO

  33. Avatar Anindia
    Anindia says:

    Nama : Anindia Putri Aulia
    Kelas : XI Mipa 3
    No : 06
    Sekolah : SMA Negeri 1 Kejayan

    Materi diatas Menjelaskan tentang bagaimana menjadi generasi muda yang mandiri dan materi ini sangat membantu untuk generasi gemerasi muda masa kini

  34. Nama: Alkansha Berlina Eka Putri
    kelas: XI MIPA 3/04
    Sekolah: SMAN 1 KEJAYAN

    assalamualaikum wr wb
    materi diatas menjelaskan bahwa keluarga merupakan lembaga kecil yang menjadi tempat pertama kalinya seseorang mendapatkan pendidikan pertama kali. Orang tua berperan penting dalam mendidik anak supaya bisa hidup mandiri. yang dimaksud generasi mandiri yaitu,generani yang ta ggung dalam kehidupan dan mampu membuat keputusan yang terbaik bagi kehidupannya. keluarga juga berperan untuk menanamkan nilai akhlak dan budi pekerti kepada anak. sehingga kelak,ketika anak lepas dari orang tua,ia memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik.

    semoga,materi ini dapat membuat kita lebih baik .

  35. Avatar Baharudin yusuf habibi
    Baharudin yusuf habibi says:

    Nama: Baharudin Yusuf Habibi
    Kelas: XI MIPA 3
    sekolah: SMAN 1 KEJAYAN

    assalamualaikum wr wb

    Dari artikel di atas dapat disimpulkan. Keluarga adalah tempat pertama kali bagi manusia ( anak ) untuk mendapatkan pendidikan, peran penting di keluarga dipegang oleh orang tua untuk mendidik anak nya supaya bisa hidup mandiri, bertanggung jawab, dan mampu membuat keputusan yang terbaik bagi diri nya dan kehidupannya. Sehingga nanti anak lepas dari keluarga anak akan memiliki budi pekerti yang baik di lingkup masyarakat

    Sekian assalamualaikum wr wb

  36. Nama : Riswanda Aulia
    Kelas : 11 ipa 3
    Sekolah : SMAN 1 KEJAYAN

    Assalamualaikum…
    Setelah saya membaca artikel tersebut,saya menyimpulkan bahwa keluarga adalah tempat paling penting bagi tumbuh kembang anak dalam membentuk pribadi. Keluarga yang harmonis dan didikan prang tua sangatlah berpengaruh. Namun ada kalanya orang tua terlalu memanjakan anaknya sehingga mereka menjadi tidak mandiri. Oleh karena itu, orang tua harus benar-benar mengerti dan memahami anaknya bagaimana cara mendidiknya karena setiap anak memiliki karakter masing-masing.

    Wassalamualaikum…

  37. Avatar Jingga
    Jingga says:

    Cayyananjingga

  38. Nama : Wasiatul Maghfiro
    Kelas : XI Mipa 3
    No : 35
    Sekolah: SMAN 1 Kejayan

    Assalamualaikum
    Alhamdulillah dan terima kasih atas materi yang disampaikan, dari materi ini saya dapat menyimpulkan bahwasannya Keluarga merupakan lembaga terkecil dalam masyarakat dimana seseorang tumbuh dan mendapatkan pendidikan yang pertama dan utama. Tugas setiap orang tua pada dasarnya adalah menyiapkan anaknya agar bisa mandiri sehingga suatu saat mereka siap jika harus berpisah dari orangtuanya. Kemandirian seorang anak tidak datang dengan sendirinya, butuh bimbingan dan komitmen kuat dari orang tua agar bisa menyiapkan generasi mandiri.
    Generasi mandiri yang dimaksud disini adalah generasi yang tangguh dalam kehidupan dengan atau tanpa orang tua, generasi yang mampu membuat keputusan-keputusan yang penting bagi hidupnya, dan generasi yang mampu beradaptasi terhadap perubahan dan berinteraksi secara sehat dengan lingkungan sekitar.

    Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita serta berkah bagi kita

  39. Avatar Bramastyo w
    Bramastyo w says:

    Materi diatas Menjelaskan tentang bagaimana menjadi generasi muda yang mandiri dan materi ini sangat membantu untuk generasi gemerasi muda masa kini
    Bramastyo w
    Sman 1 mejayan
    X ipa 6
    10